Breaking News
light_mode
Trending Tags
Home » Ekonomi » Aliansi Pemuda Lingkar Tambang SJR,Deklarasikan CEGAT

Aliansi Pemuda Lingkar Tambang SJR,Deklarasikan CEGAT

  • calendar_month Thursday, 8 Okt 2026
  • visibility 42
  • comment 0 comment

MTN-PLAMPANG, 6 OKTOBER 2026 – Bertempat di Plampang, aliansi gerakan pemuda dan elemen masyarakat resmi mendeklarasikan wadah perjuangan bernama Central Gerakan Advokasi Tambang (CEGAT).

Deklarasi dan konferensi pers ini dipimpin langsung oleh Ketua Aliansi, Bung Ivan Syahriar, yang didampingi oleh Sekretaris Bung Afdhol Ilhamsyah dan Bendahara Bung Mustiarifah.

Organisasi CEGAT dibentuk melalui musyawarah perwakilan warga desa dari tiga kecamatan—Plampang, Labangka, dan Ropang—pada 28 September 2026 di Kecamatan Plampang, sebelum akhirnya secara resmi dideklarasikan kepada publik pada hari ini.

Hasil Tambang Triliunan Rupiah vs Ironi Kemiskinan Warga

Dalam pidatonya, Ivan Syahriar menyoroti ketimpangan drastis antara pendapatan raksasa pertambangan emas, perak, dan tembaga PT Sumbawa Juta Raya (SJR) dengan kesejahteraan warga lokal.

Beberapa poin utama yang dipaparkan dalam naskah deklarasi antara lain:

1. Nilai Production & Pendapatan SJR: Pada kuartal IV tahun 2024, produksi PT SJR mencapai 62,21 kg emas (Rp156,86 miliar) dan diproyeksikan melonjak menjadi 622,07 kg (Rp1,316 triliun) pada tahun 2025.

Apabila mencapai target produksi penuh sebesar 1,55 ton emas per tahun, pendapatannya dapat menembus Rp3,29 triliun per tahun—belum termasuk potensi perak dan tembaga yang tidak dipublikasikan secara transparan.

2. Kemiskinan yang Masih Tinggi: Di balik angka produksi tersebut, sekitar 75.532 Kepala Keluarga (245.570 jiwa) di Kabupaten Sumbawa masih berada dalam kategori miskin rentan hingga miskin ekstrem.

Kecamatan Plampang dan Labangka—yang merupakan jalur inti operasional, pangan, dan tenaga kerja PT SJR—justru tergolong dalam daftar kecamatan penyumbang angka kemiskinan tertinggi.

3. Persoalan Tenaga Kerja dan Lingkungan: CEGAT mengkritik klaim perusahaan mengenai penyerapan 80% tenaga kerja lokal yang dinilai ambigu dan mengorbankan hak warga lingkar tambang. Pihaknya menekankan bahwa penyerapan tenaga kerja adalah kebutuhan operasional perusahaan, bukan bentuk hibah atau kontribusi. Selain itu, aliansi mempertanyakan keterbukaan informasi dampak lingkungan dari konsesi lahan seluas 8.697 hektare.

4. Program CSR/PPM yang Formalitas: Aliansi menilai penyaluran CSR sebesar 2–3% dari laba bersih hanya sekadar formalitas dan tidak dirasakan dampaknya secara nyata oleh masyarakat zona terdekat.

Tuntutan Resmi CEGAT

Atas kondisi tersebut, CEGAT menyampaikan 4 tuntutan utama kepada pihak perusahaan dan pemerintah daerah:

1. Audit Terbuka Total: Menuntut audit terbuka atas total produksi, laba bersih, serta realisasi dana PPM/CSR PT SJR dan seluruh perusahaan tambang di Sumbawa selama 5 tahun terakhir.

2. Perda CSR Minimal 5%: Mendesak Pemkab Sumbawa menerbitkan Perda yang mewajibkan alokasi dana CSR minimal 5% dari laba bersih khusus untuk daerah penghasil.

3. Alokasi 70% CSR Produktif: Menuntut 70% dana CSR dialokasikan untuk program pengentasan kemiskinan produktif (beasiswa, modal UMKM, dan ketahanan pangan petani lingkar tambang), bukan kegiatan seremonial atau pencitraan.

4. Transparansi Data Penerima Manfaat: Menuntut penghentian stigma pembangunan dan mendesak sajian data penerima manfaat yang terbuka bagi publik.

“Tambang harusnya menghapus kemiskinan, bukan melanggengkannya. Jika CSR hanya jadi alat pencitraan, maka kemiskinan adalah kejahatan yang disengaja,” tegas Ivan Syahriar menutup pembacaan deklarasi.

  • Author: Akbar Wahyudi.S: Kaperwil NTB

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakapolri Kukuhkan Pengurus KBPP Polri 2026-2031,Dorong SDM Unggul Dan Berdaya Saing

    Wakapolri Kukuhkan Pengurus KBPP Polri 2026-2031,Dorong SDM Unggul Dan Berdaya Saing

    • calendar_month Wednesday, 29 Jul 2026
    • visibility 72
    • 0Comment

    MTN-Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengukuhkan Pengurus Pimpinan Pusat Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Masa Bakti 2026–2031 di Gedung Bhakti Dharma Waspada, STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/7).   Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi KBPP Polri untuk memperkuat […]

  • Dua Kasus Korupsi Tanah Kas Desa,Lurah CondongCatur Di Tahan Polda DIY

    Dua Kasus Korupsi Tanah Kas Desa,Lurah CondongCatur Di Tahan Polda DIY

    • calendar_month Sunday, 5 Jul 2026
    • visibility 266
    • 0Comment

    MTN-DIY, SLEMAN – Kepala Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus tindak pidana korupsi yang menyangkut pengelolaan dan penyalahgunaan aset Tanah Kas Desa (TKD). Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian, dua lokasi lahan milik desa yang menjadi objek perkara adalah di wilayah Padukuhan Gandok serta lahan di Kalurahan Desa […]

  • Diduga Melanggar UU KIP, Proyek Semenisasi di Gunung Tabur Berjalan Misterius

    Diduga Melanggar UU KIP, Proyek Semenisasi di Gunung Tabur Berjalan Misterius

    • calendar_month Wednesday, 18 Feb 2026
    • visibility 492
    • 0Comment

    BERAU – Pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur berupa semenisasi jalan dan pembuatan parit (drainase) di kawasan Batu-Batu Riverside, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, menuai kritik tajam.  Proyek yang diduga didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini disorot karena berjalan layaknya “proyek siluman”, sebab tidak ada satu pun papan nama proyek yang terpasang di lokasi […]

  • Kepala Kampung Sido Bangen Desak DPRD BERAU Tuntaskan Konflik Lahan:Sertifikat Warga Harus Diutamakan Secara Hukum

    Kepala Kampung Sido Bangen Desak DPRD BERAU Tuntaskan Konflik Lahan:Sertifikat Warga Harus Diutamakan Secara Hukum

    • calendar_month Thursday, 30 Jul 2026
    • visibility 186
    • 0Comment

    MTN-KALTIM,-BERAU – Kepala Kampung Sido Bangen, Kecamatan Kelay, Agustinus Jalung, secara tegas mendesak DPRD Kabupaten Berau untuk segera memimpin penyelesaian konflik lahan yang telah melanda wilayahnya selama lebih dari tiga dekade. Masalah ini memuncak setelah lahan yang sudah bersertifikat Hak Milik (SHM) warga eks transmigrasi justru diklaim sebagai Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) maupun Hak Guna […]

  • Kemeko Polkam Semarakkan HUT ke 81 RI, Perkuat Semangat Persatuan,Kebersamaan, dan Pengabdian

    Kemeko Polkam Semarakkan HUT ke 81 RI, Perkuat Semangat Persatuan,Kebersamaan, dan Pengabdian

    • calendar_month Monday, 17 Agt 2026
    • visibility 113
    • 0Comment

    MTN, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (17/8/2026).   Upacara berlangsung khidmat dengan Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pejabat tinggi dan pegawai Kemenko […]

  • Kritik Tajam Yusril Ihza Mahendra: Sayembara Tangkap Maling Beresiko Lahirkan Main HakimSendiri

    Kritik Tajam Yusril Ihza Mahendra: Sayembara Tangkap Maling Beresiko Lahirkan Main HakimSendiri

    • calendar_month Sunday, 26 Jul 2026
    • visibility 62
    • 0Comment

    MTN-JAKARTA – Kebijakan sayembara penangkapan pelaku kejahatan seperti maling dan begal yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai kritik keras dari ahli hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra. Menurutnya, penanganan kriminalitas harus tetap menjadi ranah murni aparat penegak hukum, bukan diserahkan lewat mekanisme sayembara yang terbuka bagi masyarakat luas. Dalam pandangannya, upaya menekan angka […]

expand_less