LMND Kota Mataram Kritik PLN: Kabel Semrawut dan Dugaan Kebocoran Arus di Loang Baloq Ancam Keselamatan Warga
- calendar_month 12 hour ago
- visibility 69
- comment 0 comment

MTN- NUSA TENGGARA BARAT,– Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Mataram melayangkan kritik keras kepada PLN Kota Mataram atas kondisi kabel listrik yang tidak tertata rapi di sepanjang kawasan Loang Baloq hingga Jalan Lingkar.
LMND menilai pembiaran terhadap kabel yang menjuntai serta dugaan kebocoran arus pada sejumlah tiang dan gardu merupakan bentuk kelalaian yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Pengurus LMND Kota Mataram, Andriansyah Muhsini, mengatakan kawasan tersebut merupakan ruang publik dengan mobilitas warga yang tinggi. Setiap hari, trotoar dipenuhi aktivitas pelaku UMKM, pejalan kaki, hingga masyarakat yang berolahraga.
Namun, di tengah padatnya aktivitas itu, kabel-kabel listrik terlihat semrawut, kendor, dan berada dekat permukaan tanah.
“PLN tidak boleh menunggu sampai ada korban. Kabel listrik yang dibiarkan semrawut di ruang publik adalah potensi bahaya yang harus segera ditangani,” tegas Andriansyah.
LMND juga menyoroti sejumlah tiang dan gardu yang diduga mengalami kebocoran arus sehingga perlu segera diperiksa.
Menurut mereka, kondisi tersebut menjadi ancaman serius, terutama ketika hujan turun dan genangan air muncul di sekitar trotoar.
“Saat hujan, risiko sengatan listrik meningkat karena air dapat menjadi penghantar arus. Yang paling rentan adalah para pedagang UMKM yang berjualan di sisi trotoar serta masyarakat yang melintas dan beraktivitas di kawasan Loang Baloq,” ujarnya.
LMND menilai keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan.
Karena itu, LMND Kota Mataram menuntut PLN Kota Mataram untuk segera:
* Melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh kabel listrik di kawasan Loang Baloq–Jalan Lingkar.
* Memperbaiki kabel yang semrawut, menjuntai, atau tidak memenuhi standar keselamatan.
* Memeriksa tiang dan gardu yang diduga mengalami kebocoran arus listrik yang membahayakan masyarakat.
* Menyampaikan hasil pemeriksaan dan tindak lanjut secara terbuka sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan publik.
Andriansyah menegaskan bahwa pelayanan kelistrikan tidak hanya diukur dari listrik yang tetap menyala, tetapi juga dari jaminan keamanan infrastruktur bagi masyarakat.
“Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.
PLN Kota Mataram wajib bertanggung jawab memastikan setiap kabel, tiang, dan gardu aman, sehingga masyarakat dapat beraktivitas tanpa dihantui risiko sengatan listrik”,tutupnya.
- Author: Akbar Wahyudi.S: Kaperwil NTB

At the moment there is no comment