MTN-JAKARTA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat lonjakan signifikan nilai aset hingga mencapai Rp71,96 triliun pada akhir tahun 2025.
Angka ini naik Rp13,59 triliun dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp63,35 triliun, menandakan laju pembangunan fisik ibu kota baru berjalan cepat dan terukur.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan laporan keuangan ini dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI, Rabu (16/7/2026).
Komposisi Aset dan Kekayaan Bersih yang Meningkat
Dari total nilai aset tersebut, rinciannya meliputi:
- Properti investasi: Rp61,69 triliun
- Aset tetap: Rp6,2 triliun
- Aset lancar: Rp3,46 triliun
- Aset lainnya: Rp601,99 miliar
Kekayaan bersih (ekuitas) OIKN juga naik menjadi Rp71,41 triliun, sedangkan total kewajiban hanya sebesar Rp552,24 miliar. Peningkatan ini didorong realisasi belanja negara yang berubah menjadi aset nyata, melonjak 802% dari Rp1,02 triliun pada 2024 menjadi Rp9,21 triliun pada 2025.
“Setiap rupiah belanja negara telah terkonversi menjadi kekayaan negara yang nyata dan dikelola secara tertib,” tegas Basuki.
Kinerja Anggaran dan Realisasi 2026
Sepanjang 2025, OIKN mencatat pendapatan Rp55,2 miliar dengan beban operasional Rp1,19 triliun, sejalan dengan percepatan pembangunan infrastruktur awal.
Untuk tahun anggaran 2026, alokasi dana OIKN sebesar Rp5,47 triliun, yang sebagian besar dialokasikan untuk belanja modal (Rp4,3 triliun). Hingga akhir Juni 2026, realisasi anggaran berbasis akrual telah mencapai 80,2% atau Rp4,39 triliun, termasuk seluruh kontrak pengadaan yang telah ditandatangani.
Peningkatan nilai aset ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kemajuan pembangunan IKN, sekaligus menjawab kebutuhan transparansi bahwa dana negara dikelola dengan akuntabel dan berubah menjadi infrastruktur yang bermanfaat bagi masa depan bangsa.
At the moment there is no comment