PRIMA Serukan Kedaulatan dan Keadilan di Usia 81 Tahun Indonesia,”Revolusi Sudah Dimulai”
- calendar_month Monday, 17 Agt 2026
- visibility 371
- comment 0 comment

MTN-Jakarta_ — Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) mengajak seluruh rakyat Indonesia menjadikan peringatan 81 tahun kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan, kedaulatan, dan keadilan sosial.
Seruan itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PRIMA, Mayjend TNI (Purn) R. Gautama Wiranegara, dalam pesan resmi Ketua Umum Partai PRIMA yang dibacakan di hadapan kader se-Indonesia.
Dalam pidatonya, Gautama mengawali dengan ucapan duka cita atas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
“Solidaritas rakyat sedang bergerak membangun kembali NTT.
Dan negara sudah lebih dulu hadir untuk mengurus seluruh korban,” ujarnya.
Ia menegaskan kemerdekaan yang diraih 81 tahun lalu lahir dari pengorbanan para pejuang, Namun menurutnya, perjuangan itu belum selesai.
“Kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan.
Kemerdekaan adalah ketika rakyat mampu menentukan masa depannya sendiri,” kata Gautama.
PRIMA menjabarkan sejumlah indikator kemerdekaan sejati: ketika kekayaan alam dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, pangan tersedia untuk semua, energi berada dalam kendali nasional, pendidikan dapat diakses setiap anak bangsa, industri nasional tumbuh, dan tidak ada lagi rakyat yang merasa menjadi tamu di tanah airnya sendiri.
Gautama mengutip Pembukaan UUD 1945 sebagai semangat yang harus dijaga: melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Ia menyerukan kader PRIMA untuk tidak kehilangan keberanian memperjuangkan cita-cita bangsa, tidak lelah berdiri bersama rakyat, dan menjadikan politik sebagai jalan pengabdian.
“Harus mampu mengapresiasi yang baik, mengoreksi yang kurang, dan memperjuangkan apa yang belum tercapai,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan yang tidak menghapus perbedaan, melainkan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan.
Menurut PRIMA, Indonesia dibangun oleh seluruh elemen: petani, nelayan, buruh, guru, UMKM, dan pemuda.
Karena itu di usia 81 tahun ini, PRIMA meneguhkan tekad “Indonesia harus berdaulat” — berdaulat atas pangan, energi, sumber daya alam, ekonomi, dan masa depan.
“Kedaulatan tanpa keadilan tidak cukup. Kemajuan tanpa pemerataan bukanlah kemakmuran,” lanjut Gautama.
Ia menutup pesannya dengan ajakan kepada kader untuk terus bekerja, belajar, dan menjaga cita-cita proklamasi.
“Karena sejarah belum selesai ditulis dan generasi kita memiliki tanggung jawab menulis bab berikutnya, bukan dengan kata-kata tapi dengan kerja nyata, dengan keberanian, dengan persatuan, dan dengan pengabdian.”
Pidato ditutup dengan seruan “Revolusi sudah dimulai dari istana.
Mari kita sambut dan menangkan. Salam rakyat adil makmur.”
Pesan ini disampaikan PRIMA di tengah berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan yang melibatkan kader, masyarakat, pelaku UMKM, hingga pertunjukan budaya bertema “Nyadran Diponegoro”.
- Author: Tim Redaksi




At the moment there is no comment