DI DUGA PRODUK GAGAL! Pengusaha Kembalikan Zoomlion,Rugi Besar Akibat Sering Terkunci Otomatis
- calendar_month Wednesday, 8 Jul 2026
- visibility 3.837
- comment 0 comment

MTN-BERAU – Kekecewaan mendalam dirasakan Armal, pengusaha rental alat berat, terhadap performa ekskavator merek Zoomlion tipe 60 GA miliknya.
Akibat masalah teknis yang tak kunjung selesai, ia akhirnya mengambil langkah ekstrem dengan mengembalikan unit tersebut langsung ke pihak dealer.
Keputusan ini diambil lantaran unit tersebut diduga kuat memiliki cacat sistem atau Di Duga produk gagal.
Meski pembayaran angsuran melalui BFI Finance selalu dilunasi tepat waktu, alat ini justru sering melakukan penguncian otomatis (lock system) secara sepihak dari pusat tanpa alasan yang jelas.
Dipusingkan, Tak Diberi Solusi Pasti
Armal mengaku sudah berulang kali melakukan koordinasi dan komplain kepada pihak penyedia alat berat. Namun, respons yang diterima justru mengecewakan.
“Saya sudah berkoordinasi berkali-kali, tapi mereka tidak pernah memberikan solusi yang menyelesaikan masalah. Yang ada, saya malah dipusingkan dan diarahkan sana-sini tanpa kejelasan,” ungkap Armal dengan nada kecewa.
Kondisi ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mencoreng nama baik usahanya di mata klien, Terhadap hal tersebut Saya meminta Pihak Daeler Bertanggung Jawab Terhadap Kerugian Saya tersebut”Tambahnya Kesal,
Kerugian Dobel: Biaya Bengkak & Waktu Hilang
Setiap kali unit terkunci mendadak di tengah lokasi proyek, operasi kerja harus berhenti total. Proses pembukaan kunci pun sangat rumit dan memakan waktu.
“Kami harus mencari sinyal, melakukan konfirmasi panjang lebar, baru unit bisa beroperasi lagi. Ini membuang waktu operasional dan mengeluarkan biaya mobilisasi berulang kali yang sangat merugikan perusahaan,” tegasnya.
Dampaknya sangat fatal. Bukan hanya pendapatan yang hilang, tapi kepercayaan pelanggan pun runtuh karena pekerjaan sering terlambat.
“Nama baik usaha kami tercoreng hanya karena masalah teknis yang tidak ada ujung pangkalnya.
Saya rugi waktu, rugi biaya, dan rugi pelanggan,” tambahnya.
Melihat fakta bahwa unit baru sudah mengalami gangguan sistem yang merugikan, Armal menegaskan dugaannya bahwa produk tersebut tidak layak edar.
“Setelah mengalami semua ini, saya menduga kuat bahwa produk ini adalah DI DUGA KUAT PRODUK GAGAL PADA SISTEM LOCK Dan Termasuk Sprepartnya juga susah dan Sering Kali Kami mengusahakan Sendir dari Luar, Maka Tidak seharusnya alat berat baru memiliki sistem yang menyengsarakan pengguna seperti ini,” tegasnya.
Melalui pengembalian unit ini, Armal menuntut tanggung jawab penuh baik dari dealer maupun produsen atas seluruh kerugian yang diderita, serta meminta kejelasan status produk yang diduga cacat tersebut.
- Author: Armal(Wakaperwil, Kaltim)/TIM REDAKSI

At the moment there is no comment