SDN 001 Teluk Alulu, Anggaran Ditambah, Kualitas RAB Disorot
- account_circle (boni/HARIS)
- calendar_month Senin, 16 Feb 2026
- visibility 174
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERAU. mediatipikornusantara.com – Senin, 16 Februari 2026 Pembangunan gedung sekolah SD Negeri 001 Teluk Alulu di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, kembali menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Di tengah rencana pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran tambahan, kondisi fisik bangunan justru memicu pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan dan dugaan ketidaksesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Fasilitas Dasar yang Belum Tuntas.
Meskipun tiga ruang kelas telah berdiri, gedung tersebut hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana belajar yang aman dan layak bagi para siswa. Berdasarkan pantauan di lapangan, ditemukan beberapa kendala fisik yang signifikan:
Lantai Belum Keramik: Lantai ruang kelas masih berupa cor semen kasar tanpa pelapisan keramik, yang dinilai mengurangi kenyamanan dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Tangga Akses: Menuju ruang kelas belum dilengkapi dengan fasilitas tangga yang layak untuk mobilitas harian.
Pagar Pengaman: Kondisi pagar terlihat tidak kokoh dan diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis standar keselamatan anak.
Akibat belum tuntasnya pembangunan ini, proses belajar mengajar terpaksa masih bergantung pada gedung lama yang kondisinya terbatas dan tidak ideal.
Polemik Anggaran Tambahan dan Desakan Audit.
Rencana pemerintah daerah untuk kembali mengalokasikan anggaran lanjutan guna menyempurnakan gedung tersebut menuai kritik keras dari masyarakat. Warga menilai bahwa jika sejak awal perencanaan dan pelaksanaan dilakukan secara konsisten sesuai RAB, seharusnya tidak diperlukan anggaran tambahan hanya untuk memenuhi fasilitas dasar.
Masyarakat kini mendesak Inspektorat Daerah dan aparat pengawasan internal pemerintah untuk segera turun tangan melakukan audit teknis maupun keuangan secara menyeluruh. Hal ini mencakup pemeriksaan kualitas material, volume pekerjaan, serta transparansi proses pengawasan proyek agar dana publik benar-benar menghasilkan fasilitas pendidikan yang layak di daerah terpencil.
- Penulis: (boni/HARIS)

Saat ini belum ada komentar