Sinergi Adat dan Modernitas, Dewan Adat Kesultanan Gunung Tabur Kawal Musrenbang
- account_circle Hrs
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- visibility 191
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERAU. MTN – Sinergi Adat dan Modernitas, Dewan Adat Kesultanan Gunung Tabur Kawal Musrenbang Berau Pemandangan berbeda terlihat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Gunung Tabur baru-baru ini. Kehadiran Pangeran Hadi Ningrat bersama jajaran Dewan Adat Kesultanan Gunung Tabur di barisan terdepan menjadi sorotan utama, menandakan kuatnya sinergi antara tatanan kultural dan perencanaan pembangunan modern Simbol Kedaulatan Kultural.
Duduknya tokoh-tokoh adat di barisan depan bukan sekadar formalitas protokoler. Hal ini merupakan pernyataan visual tentang kedaulatan kultural masyarakat setempat. Sejarah mencatat bahwa jauh sebelum struktur pemerintahan modern terbentuk, Kesultanan Gunung Tabur telah menjadi fondasi tatanan sosial di Berau Kamis (12/02/2026) .
Kehadiran fisik Dewan Adat dalam forum ini dianggap sebagai bentuk “restu” agar pembangunan yang direncanakan pemerintah daerah tetap selaras dengan nilai-nilai lokal. Masyarakat berharap kemajuan fisik tetap berjalan beriringan dengan kelestarian alam dan kearifan lokal yang selama ini dijaga ketat oleh adat Fokus Pelayanan Dasar di Tengah Tantangan Fiskal.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, memaparkan sejumlah program prioritas yang menjadi aspirasi masyarakat. Meski mengakui kondisi keuangan daerah (fiskal) sedang mengalami penurunan, Lutfi menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga tetap menjadi harga mati Beberapa poin prioritas pembangunan yang diusulkan meliputi.
Sektor Kesehatan: Peningkatan sarana dan prasarana di Puskesmas serta Puskesmas Pembantu (Pustu) Sektor Pendidikan: Penambahan ruang belajar guna menampung kebutuhan siswa yang terus meningkat. Kesehatan Masyarakat: Penyediaan akses air bersih sebagai langkah konkret dalam upaya pencegahan stunting. Infrastruktur: Peningkatan kualitas jalan di kampung-kampung untuk memperlancar akses ekonomi.
“Pihak kecamatan tetap memprioritaskan usulan warga yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat, meskipun kondisi anggaran sedang mengalami penurunan,” tegas Lutfi Hidayat dalam sambutannya.Dokumentasi yang Sakral
Berdasarkan dokumentasi visual, suasana Musrenbang kali ini terasa sangat khidmat. Pangeran Hadi Ningrat tampil berwibawa mengenakan pakaian adat kebesaran, mencerminkan sosok pemimpin yang mengayomi. Latar belakang bangunan dengan sentuhan arsitektur lokal semakin mempertegas bahwa hukum dan tata krama adat tetap menjadi pilar identitas bagi masyarakat Berau di tengah arus modernisasi.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan pembangunan di Gunung Tabur tidak hanya menyentuh aspek fisik berupa beton dan aspal, tetapi juga mampu menjaga marwah dan warisan leluhur demi kesejahteraan masyarakat luas secara berkelanjutan
- Penulis: Hrs

Saat ini belum ada komentar