MTN-JAKSEL,-BEKASI – Proyek pelebaran jalan sepanjang 27 meter di Jalan Pangkalan 5, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, berlangsung tanpa memenuhi standar keterbukaan informasi maupun keselamatan kerja.
Kegiatan ini berjalan dalam kegelapan informasi: tak ada papan proyek yang memuat identitas pelaksana, besaran anggaran, maupun sumber dana, dan tak ada aparat dinas yang tampak melakukan pengawasan.
Pada Saat Pantauan Awak Media di lokasi menunjukkan hanya empat orang pekerja harian yang bekerja di bawah terik matahari dan medan berlumpur.
Yang paling memprihatinkan, mereka bekerja tanpa perlengkapan keselamatan kerja standar: helm pelindung, rompi pemantul cahaya, hingga sepatu pengaman sama sekali tidak digunakan.
Alat berat ekskavator yang beroperasi pun tak dilengkapi rambu peringatan keselamatan kerja maupun pengamanan bagi warga yang melintas.
Meski disebutkan ada pengawas bernama Situmorang, ia tidak terlihat berada di lokasi saat pantauan dilakukan.
Pihak penyedia jasa pelaksana proyek pun tak ditemui di tempat.
“Ini proyek siapa, dananya dari mana, berapa nilainya? Kami warga sekitar tidak tahu sama sekali.
Papan informasinya tidak terpasang satu pun,” ungkap warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, yang juga menyatakan kekhawatirannya.
Kondisi ini dinilai sangat ironis di tengah upaya pemerintah mendorong transparansi pengelolaan keuangan negara serta perlindungan hak-hak pekerja.
Warga pun mempertanyakan akuntabilitas penggunaan uang rakyat yang pelaksanaannya tertutup rapat dari pengetahuan publik.
Masyarakat mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi serta BPJS Ketenagakerjaan segera turun meninjau dan mengambil tindakan tegas.
Selain masalah ketidakterbukaan informasi, yang paling mendesak adalah menjamin keselamatan para pekerja dan warga yang melintas, serta memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar yang berlaku.
Tanpa pengawasan yang jelas dan identitas yang terang benderang, proyek ini ibarat “pekerjaan diadu nyawa”: risiko kecelakaan mengintai setiap saat, namun tak ada pihak yang siap memikul tanggung jawab.
At the moment there is no comment