MTN-TANJUNG SELOR – Buramnya kondisi infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, terutama ruas Lingkar Krayan di Kabupaten Nunukan, terus menjadi sorotan masyarakat.
Titik-titik kerusakan yang cukup parah pada jalur penghubung antar-kecamatan di Krayan, yang masuk kewenangan pemerintah provinsi, mendesak ditangani.
Menyikapi hal tersebut, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menegaskan Pemprov tidak berdiam diri.
Perhatian diberikan tidak hanya untuk Krayan, tetapi juga seluruh wilayah perbatasan lainnya seperti Apau Kayan dan daerah perbatasan lain di Kaltara.
“Kita tidak diam untuk Krayan. Bukan hanya Krayan, tapi semua wilayah perbatasan di Kaltara ini juga kita pikirkan,” ujar Gubernur Zainal kepada awak media di Tanjung Selor.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah menyetujui penambahan anggaran sekitar Rp30 miliar khusus untuk penanganan jalan di wilayah Krayan.
Dana ini terpisah dan berada di luar komitmen anggaran sebesar Rp150 miliar yang sebelumnya dijanjikan Menteri Keuangan untuk Kaltara pada pertemuan Gubernur se-Indonesia di Jakarta tahun 2025 lalu.
Gubernur menjelaskan, dalam pertemuan dengan pihak Kemen PU, telah ditetapkan standar pengerjaan yang wajib tuntas hingga lapis aspal.
Permintaan agar pengerjaan cukup sampai lapis agregat tidak dapat dipenuhi.
Solusi yang disepakati adalah penyesuaian lebar jalan — dari yang semula direncanakan 6 meter menjadi 4 meter — agar anggaran yang tersedia mampu menjangkau panjang jalan yang lebih luas.
“Lebarnya yang dikurangi, tapi tetap sampai aspal.
Dengan begitu, yang awalnya mungkin hanya bisa selesai 3 kilometer, kini bisa bertambah menjadi 5 hingga 6 kilometer,” jelasnya.
Langkah ini menjadi upaya strategis agar manfaat perbaikan jalan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di wilayah perbatasan, sekaligus menjamin kualitas jalan sesuai standar yang berlaku.
At the moment there is no comment