Breaking News
light_mode
Trending Tags
Home » Ekonomi » Sengketa Lahan 115 Hektar: Warga Merancang Ulu Orasi Minta Kejelasan Hak Sebelum Proyek Proyek Sawah Berlanjut

Sengketa Lahan 115 Hektar: Warga Merancang Ulu Orasi Minta Kejelasan Hak Sebelum Proyek Proyek Sawah Berlanjut

  • calendar_month Friday, 31 Jul 2026
  • visibility 127
  • comment 0 comment

MTN-KALTIM,-BERAU – Suasana peluncuran lahan percontohan persawahan di Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, berlangsung dinamis pada Jumat (31/7/2026).

Warga Kampung Merancang Ulu melakukan orasi damai untuk mempertahankan hak kepemilikan atas tanah yang mereka yakini sebagai harta warisan leluhur, yang kini masuk dalam area proyek percetakan sawah seluas 115 hektar milik Kementerian Pertanian RI.
Kondisi ini memuncak karena lahan tersebut kini menjadi objek sengketa batas wilayah antara Kampung Merancang Ulu dan Kampung Melati Jaya.
Warga menduga tanah tersebut secara sepihak dimasukkan ke dalam administrasi wilayah Kampung Melati Jaya.
Mewakili warga, Koordinator Lapangan Ambo Saka menegaskan tuntutan utama: harus ada kejelasan status kepemilikan secara tertib administrasi sebelum proyek dilanjutkan. Hal ini penting sebagai pedoman bagi generasi mendatang.
Warga juga melampirkan bukti sah berupa riwayat pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang hingga kini masih tercatat atas nama wilayah RT 06, Kampung Merancang Ulu.
Ambo Saka memperingatkan aspek hukum yang harus diperhatikan:
“Kita minta status lahan diklarifikasi terlebih dahulu.
Jika anggaran sudah dicairkan dan proyek dilaksanakan di atas lahan yang masih bersengketa dan belum jelas kepemilikannya, hal itu berpotensi melanggar hukum.
Sesuai Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, perbuatan melawan hukum yang merugikan hak pihak lain atau negara memiliki konsekuensi pidana yang tegas.”
Warga menduga adanya upaya pencaplokan wilayah untuk memperluas administrasi Kampung Melati Jaya, padahal secara sejarah dan bukti turun-temurun, Kampung Merancang Ulu adalah kampung tertua yang sudah ada sejak lama.
Selain itu, warga juga menuntut adanya ganti rugi atas tanam tumbuh yang telah dibersihkan pihak pelaksana di atas tanah milik mereka.
Orasi berlangsung tertib dan damai tanpa anarkis. Wakil Bupati Berau H. Gamalis turun langsung menemui warga dan mendengar aspirasi mereka.
Beliau menyatakan permasalahan ini sudah dijadwalkan oleh Asisten I untuk didudukkan bersama melalui musyawarah guna mencari solusi terbaik.
Jika kita menghalangi program ini tentu akan berdampak pada ekonomi dan hajat hidup banyak orang. Namun hak warga juga harus kita hargai.
Mari kita selesaikan dengan kepala dingin dan musyawarah,” ujar Wabup Gamalis.
Kegiatan penanaman simbolis yang dilakukan hari itu hanya mencakup 2 hektar dari total rencana 115 hektar, dihadiri Wakil Bupati, Asisten I dan II, Kajari, Dandim, Kapolres, Camat, serta perwakilan Kementerian Pertanian.
  • Author: Kaperwil Kaltim:Yos Partoyo Tobing

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan Hilang di Perairan Batu Putih Berhasil Ditemukan Hidup

    Nelayan Hilang di Perairan Batu Putih Berhasil Ditemukan Hidup

    • calendar_month Monday, 25 Mei 2026
    • visibility 183
    • 0Comment

    BERAU, MTN – Kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah pesisir, khususnya di sekitar Logpon Batu Putih, membuat upaya pencarian seorang nelayan bernama Suriansya yang dinyatakan hilang mengalami kesulitan sejak hari ini. Berdasarkan keterangan Tri Wulan, perwakilan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), tim pencarian dan penyelamatan (Timsar) bersama personel Basarnas, TNI, dan Polri awalnya menghadapi hambatan […]

  • Jefri Masrif Dun Resmi Nahkodai STM, Fokus Penjaga Adat dan Budaya Tolaki

    Jefri Masrif Dun Resmi Nahkodai STM, Fokus Penjaga Adat dan Budaya Tolaki

    • calendar_month Monday, 27 Apr 2026
    • visibility 274
    • 0Comment

    KOLAKA, MTN – Sanggoleo Tamalaki Mekongga (STM) resmi menggelar prosesi Pomberehua atau pengukuhan Dewan Pengurus Pusat dengan mengusung tema “Tamalaki yang Beradat dan Beradab”, pada Minggu (26/4/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 18.00 WITA ini dipusatkan di kawasan Makam Sangia Nibandera, Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai […]

  • LMND Kota Mataram Kritik PLN: Kabel Semrawut dan Dugaan Kebocoran Arus di Loang Baloq Ancam Keselamatan Warga

    LMND Kota Mataram Kritik PLN: Kabel Semrawut dan Dugaan Kebocoran Arus di Loang Baloq Ancam Keselamatan Warga

    • calendar_month 14 hour ago
    • visibility 91
    • 0Comment

    MTN- NUSA TENGGARA BARAT,– Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Mataram melayangkan kritik keras kepada PLN Kota Mataram atas kondisi kabel listrik yang tidak tertata rapi di sepanjang kawasan Loang Baloq hingga Jalan Lingkar. LMND menilai pembiaran terhadap kabel yang menjuntai serta dugaan kebocoran arus pada sejumlah tiang dan gardu merupakan bentuk kelalaian […]

  • Kritik Tajam Yusril Ihza Mahendra: Sayembara Tangkap Maling Beresiko Lahirkan Main HakimSendiri

    Kritik Tajam Yusril Ihza Mahendra: Sayembara Tangkap Maling Beresiko Lahirkan Main HakimSendiri

    • calendar_month Sunday, 26 Jul 2026
    • visibility 43
    • 0Comment

    MTN-JAKARTA – Kebijakan sayembara penangkapan pelaku kejahatan seperti maling dan begal yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai kritik keras dari ahli hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra. Menurutnya, penanganan kriminalitas harus tetap menjadi ranah murni aparat penegak hukum, bukan diserahkan lewat mekanisme sayembara yang terbuka bagi masyarakat luas. Dalam pandangannya, upaya menekan angka […]

  • Dugaan Penyimpangan Pembangunan Gerai KDKMP Aparat Hukum Diminta Berani Usut Oknum Terlibat

    Dugaan Penyimpangan Pembangunan Gerai KDKMP Aparat Hukum Diminta Berani Usut Oknum Terlibat

    • calendar_month Friday, 15 Mei 2026
    • visibility 395
    • 0Comment

    LUBUKLINGGAU, MTN – Dugaan penyimpangan dalam pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di wilayah Bumi Silampari yang meliputi Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Musi Rawas Utara mulai menjadi perhatian serius publik. Beredarnya Informasi dengan data terkait dugaan praktik pemotongan anggaran Hingga 50% dari RAB, permainan proyek, hingga indikasi penyalahgunaan kewenangan dinilai sebagai persoalan […]

  • Resmi Dilantik,KADIN Kalteng Priode 2026-2031 Diharapkan Jadi Mitra Utama Dorong Investasi Dan Ekonomi Daerah

    Resmi Dilantik,KADIN Kalteng Priode 2026-2031 Diharapkan Jadi Mitra Utama Dorong Investasi Dan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Saturday, 11 Jul 2026
    • visibility 155
    • 0Comment

    MTN-KALTENG,-PALANGKA RAYA – Kepengurusan baru Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Tengah periode 2026–2031 resmi dilantik di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Jumat. Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie, dengan Rahmat Nasution Hamka kembali dipercaya memimpin organisasi pengusaha tertinggi di daerah ini untuk lima tahun ke depan. […]

expand_less