Breaking News
light_mode
Trending Tags
Home » Nasional » Tangki 10 Ribu Liter Milik PT Lintas Cahaya Alam Terus Beraksi Di Lokasi PT SLG & PT Rimau Bungkam

Tangki 10 Ribu Liter Milik PT Lintas Cahaya Alam Terus Beraksi Di Lokasi PT SLG & PT Rimau Bungkam

  • calendar_month Monday, 1 Jun 2026
  • visibility 316
  • comment 0 comment

KOLAKA, MTN – Dugaan praktik penambangan liar, penyalahgunaan bahan bakar minyak, serta kerja sama terorganisir untuk melakukan kegiatan di luar aturan hukum di wilayah Kabupaten Kolaka semakin kuat buktinya, bahkan makin menguat setelah muncul sikap tertutup dan tindakan yang justru memperkuat kecurigaan saat pihak terkait diminta memberikan keterangan.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan yang dilakukan media ini sejak awal bulan Maret hingga saat ini, tercatat berkali-kali terlihat kendaraan tangki berkapasitas 10.000 liter milik PT Lintas Cahaya Alam beroperasi dan melakukan bongkar pengisian alat di lokasi kegiatan PT SLG di daerah IUP. Aktivitas ini masih terus berlangsung sampai sekarang, meski pengawasan dan pengamatan sudah dilakukan selama tiga bulan terakhir.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pihak yang terlibat selalu beralasan bahwa semua kegiatan yang dilakukan baik di wilayah PT SLG maupun kawasan industri PT IPIP hanyalah pekerjaan pemotongan dan pengisian tanah atau cut and fill biasa. Namun alasan ini kini semakin diragukan dan dianggap hanya sebagai kedok belaka, setelah ditemukan fakta yang sangat kontradiktif dengan pernyataan tersebut.

Salah satu bukti nyata yang menjadi pertanyaan besar: jika benar hanya pekerjaan tanah biasa, mengapa ditemukan tumpukan serta stok bahan tambang berupa biji nikel yang tersimpan jelas di kawasan PT IPIP, bahkan juga ada di beberapa titik lokasi kerja PT SLG di daerah IUP? Keberadaan bahan galian tersebut menjadi bukti kuat bahwa yang sebenarnya dilakukan bukan pekerjaan tanah, melainkan kegiatan penggalian dan pengambilan bahan tambang yang tidak sesuai perizinan.

Lebih mengejutkan lagi, berdasarkan informasi dan pengamatan di lapangan, kegiatan penggalian serta penambangan tersebut diduga kuat dikordinir langsung oleh Kepala Desa Oko-oko, yang berinisial BSR. Diketahui, selain sebagai kepala desa, ia juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) tingkat Kabupaten Kolaka. Padahal sebelumnya Kepala Desa Oko-oko inisial BSR sudah pernah bermasalah dengan hukum, di mana sembilan unit alat berat miliknya sempat ditahan aparat karena diduga digunakan untuk kegiatan ilegal, namun kemudian bisa dikembalikan berkat bantuan pihak perusahaan.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari sumber terpercaya setelah pemberitaan kasus ini dimuat, disebutkan bahwa Kepala Desa Oko-oko inisial BSR kini diduga menarik dan mengeluarkan seluruh alat berat yang sebelumnya beroperasi di lokasi IUP milik PT SLG.

“Saya dapat informasi jelas, alat-alat berat milik BSR semuanya ditarik keluar dari lokasi, dibawa pergi semuanya. Kabarnya hal ini dilakukan karena baru-baru ini Bareskrim Polri sedang melakukan pemeriksaan dan penyelidikan di daerah Konsel terhadap PT Win. Mungkin dia takut juga diperiksa, makanya semua alatnya diamankan dan dikeluarkan dulu,” ungkap sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Tindakan menarik semua alat berat keluar ini justru makin memperkuat kecurigaan masyarakat dan pihak pengawas. Banyak yang bertanya: jika kegiatan yang dilakukan memang sah, sesuai aturan dan tidak ada yang disembunyikan, kenapa harus terburu-buru memindahkan dan mengeluarkan semua alat berat?

Sikap dan tindakan pihak terkait saat diminta keterangan justru makin menegaskan adanya sesuatu yang ditutupi. Saat media ini berusaha mengonfirmasi ke PT Rimau mengenai dugaan keterlibatan dan kegiatan penambangan yang terjadi, pihak perusahaan tersebut sama sekali tidak mau memberikan tanggapan, pernyataan maupun penjelasan apa pun, alias tetap bungkam dan tidak mau berkomentar.

Lebih aneh lagi terjadi saat tim media akan mengonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Oko-oko inisial BSR terkait alasan penarikan seluruh alat berat dari lokasi kerja PT SLG. Alih-alih memberikan keterangan atau penjelasan, yang dilakukan justru sebaliknya: Kepala Desa Oko-oko diketahui secara langsung memblokir akun media ini, sehingga tim tidak bisa lagi menghubungi atau mengirim pesan untuk meminta klarifikasi.

Sikap bungkam dari perusahaan dan tindakan memblokir media oleh pejabat desa ini justru makin meyakinkan banyak pihak bahwa benar adanya hal yang ditutupi, dan kecurigaan terhadap kegiatan ilegal di lokasi tersebut semakin beralasan.

Melihat bukti dan fakta yang terus bertambah, kini muncul dugaan kuat adanya kerja sama yang terstruktur, terencana dan terorganisir antara beberapa pihak, yaitu PT Rimau, PT IPIP, serta PT SLG, yang diduga saling mendukung dan bekerja sama untuk melaksanakan kegiatan penambangan, pengangkutan, hingga penyediaan bahan bakar yang semuanya diduga tidak sesuai aturan dan perizinan yang berlaku

Menyikapi kondisi ini, tim media dan masyarakat menuntut agar Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) turun tangan langsung untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan mendalam.

  • Author: Tim liputan MTN SULTRA

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unjuk Rasa Laskar Anti Korupsi Sorot Dugaan Penggelapan CSR Dan Penjualan Aset Desa Di Morowali

    Unjuk Rasa Laskar Anti Korupsi Sorot Dugaan Penggelapan CSR Dan Penjualan Aset Desa Di Morowali

    • calendar_month Wednesday, 13 Mei 2026
    • visibility 236
    • 0Comment

    Morowali, MTN – Anggota Laskar Anti Korupsi 45 kembali melakukan aksi unjuk rasa depan kantor Inspektorat Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa, (12/5/2026). Aksi yang merupakan tindak lanjut dari tuntutan yang belum ditindaklanjuti terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan keuangan yang dilakukan oleh Kepala Desa Nambo, Kecamatan Bungku Utara. Dalam orasi di depan gedung Inspektorat, koordinator […]

  • Makassar Paling Rentan Kekeringan,BPBD Sulsel Siap Dukung Penganan Kebutuhan Air Bersih

    Makassar Paling Rentan Kekeringan,BPBD Sulsel Siap Dukung Penganan Kebutuhan Air Bersih

    • calendar_month Wednesday, 15 Jul 2026
    • visibility 248
    • 0Comment

    MTN-SULSEL,-MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan menerima laporan penyebaran ancaman kekeringan di sejumlah wilayah kabupaten dan kota, dengan Kota Makassar dinilai sebagai daerah yang paling berisiko terdampak. Hal ini dikarenakan pasokan air baku bagi warga Makassar sangat bergantung pada sumber air permukaan yang volumenya menurun drastis seiring berjalannya musim kemarau. Kepala […]

  • Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Angkat Bicara Soal Isu OTT BKP-SDM Muratara, Desak Transparansi dan Tegas Kawal Proses Hukum

    Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Angkat Bicara Soal Isu OTT BKP-SDM Muratara, Desak Transparansi dan Tegas Kawal Proses Hukum

    • calendar_month Wednesday, 29 Apr 2026
    • visibility 264
    • 0Comment

    MUSI RAWAS UTARA, MTN – Isu dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terus menjadi sorotan publik dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Percakapan di media sosial, khususnya Facebook, semakin memperkeruh suasana dengan beredarnya berbagai opini dan dugaan yang belum terverifikasi. […]

  • SMA & SMK Bintang Timur:Tak Butuh Pujian: Hanya Memohon Kesempatan Setara Tunjukkan Mutu Pendidikan

    SMA & SMK Bintang Timur:Tak Butuh Pujian: Hanya Memohon Kesempatan Setara Tunjukkan Mutu Pendidikan

    • calendar_month Thursday, 30 Jul 2026
    • visibility 204
    • 0Comment

    MTN-MANGGARAI,-RUTENG– Sebuah pernyataan tulus dan mendalam disampaikan pihak terkait menyikapi pandangan yang selama ini melekat pada SMA Bintang Timur. Sekolah ini merasa kerap dinilai hanya dari tampilan fisik semata, tanpa memandang perjuangan nyata yang terjadi di dalamnya setiap hari demi mencerdaskan generasi penerus. Selama ini banyak pihak datang membawa prasangka, namun jarang yang meluangkan waktu […]

  • Musibah kebakaran Kandang di Pandegelang:104 Ekor Domba Garut Ludes,Kerugian Capai 380 juta

    Musibah kebakaran Kandang di Pandegelang:104 Ekor Domba Garut Ludes,Kerugian Capai 380 juta

    • calendar_month Wednesday, 12 Agt 2026
    • visibility 62
    • 0Comment

    MTN-PANDEGLANG — Musibah kebakaran melanda kandang peternakan domba Garut di Kampung Bojongkelor, Desa Tapos, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Api menghanguskan 3 los kandang berbahan kayu dan memusnahkan seluruh ternak yang ada di dalamnya. Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang, dugaan sementara menyebutkan api bermula dari aktivitas pembakaran limbah sisa […]

  • Sulsel Terapkan Pertanian Modern Di 91.340 Hektar Sawah

    Sulsel Terapkan Pertanian Modern Di 91.340 Hektar Sawah

    • calendar_month Monday, 20 Jul 2026
    • visibility 139
    • 0Comment

    MTN-MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kementerian Pertanian RI mempercepat pelaksanaan program Perluasan Penerapan Budi Daya Padi metode Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di lahan seluas 91.340 hektare tahun 2026. Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (20/7/2026), yang dibuka Sekretaris Daerah Jufri Rahman. Program ini menjadi langkah strategis meningkatkan […]

expand_less