MTN-BERAU –Batu Putih, -Kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di wilayah Batu Putih, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini menjadi keluhan serius para petani kelapa sawit.
Keterbatasan pasokan ini tidak hanya menghambat aktivitas panen dan pengangkutan hasil kebun, tetapi juga memicu lonjakan harga di pasar tidak resmi.
Sebagian besar petani di kawasan pesisir ini sangat bergantung pada kendaraan bermotor roda tiga atau yang dikenal sebagai bentor sebagai sarana utama mobilitas dan pengangkutan buah sawit di dalam perkebunan. Tanpa pasokan bensin yang cukup, operasional harian mereka terhenti.
Harga Melambung Jauh dari Kewajaran
Meskipun tersedia penjualan eceran di masyarakat, harganya terasa sangat memberatkan.
Beberapa petani yang dihubungi, inisial M dan R, mengungkapkan harga bensin eceran kini tembus hingga Rp20.000 per liter, jauh di atas harga patokan resmi.
“Kami terpaksa membeli karena kebutuhan mendesak, tapi harga ini sangat membebani biaya produksi kami,” ungkap mereka.
Harapan Masyarakat
Warga sekaligus petani berinisial W berharap pihak berwenang segera mengatasi masalah distribusi ini.
“Kami memohon agar pasokan BBM segera kembali normal dengan harga yang wajar, sehingga aktivitas kami di kebun bisa berjalan lancar seperti sedia kala,” harapnya.
Masyarakat berharap perhatian segera dari pihak terkait agar tidak semakin merugikan petani yang sudah bekerja keras mengurus hasil bumi.
” Kelangkaan BBM di Batu Putih menghambat ekonomi warga, khususnya petani sawit yang bergantung pada kendaraan operasional, serta memunculkan harga tidak wajar di tingkat konsumen.
At the moment there is no comment