MTN-BERAU, Kampung Tasuk ,-Organisasi kearifan lokal, Pasukan Merah Serdadu Adat Regant atau (SART) Kabupaten Berau, kembali memperkokoh barisan.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) SART sukses menggelar rapat koordinasi bulanan yang dihadiri oleh seluruh jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-kabupaten.
Acara berlangsung khidmat namun penuh semangat di Markas Besar SART, Kecamatan Teluk Bayur, pada Sabtu malam (27/06/2026).
Rapat ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi serta menyamakan persepsi dan langkah kerja antarwilayah.
Kehadiran para pengurus dan anggota dari berbagai tingkatan menciptakan suasana kebersamaan yang kuat di lingkungan markas.
Hadir secara langsung dalam kesempatan tersebut, Panglima Muda SART, Dedi Taulan, didampingi oleh Koordinator Lapangan DPP, Hardian atau akrab disapa Bang Dion.
Kehadiran unsur pimpinan pusat ini memberikan semangat dan arahan strategis bagi kader di daerah.
Dalam sambutannya, Panglima Muda Dedi Taulan menekankan dua hal krusial: kedisiplinan dan loyalitas terhadap organisasi.
Saya minta seluruh jajaran menjalankan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dengan penuh tanggung jawab, agar roda organisasi berjalan sesuai koridor dan fungsinya,” tegas Dedi Taulan.
Sementara itu, Pimpinan DPD SART Kabupaten Berau, Patih Jaja, menyoroti peran mulia organisasi di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa setiap anggota SART wajib menjadi garda terdepan dalam menjaga, melestarikan, dan menghidupkan kembali adat istiadat serta budaya asli Kalimantan agar tidak punah ditelan zaman.
Tidak hanya membahas soal adat, rapat ini juga menyentuh isu strategis terkait kesejahteraan masyarakat.
Patih Jaja secara tegas menyampaikan keprihatinan terkait kondisi sosial ekonomi di Bumi Batiwakkal.
Ia menyoroti fenomena minimnya penyerapan tenaga kerja lokal di berbagai sektor, yang justru didominasi oleh tenaga dari luar daerah.
Kami memastikan putra-putri daerah ini mendapatkan kesempatan kerja yang layak di tanah sendiri, sesuai dengan keahlian dan kapasitas yang mereka miliki,” ujar Patih Jaja dengan tegas.
Pernyataan ini disambut dengan sorak-sorak dan takbir yang membahana dari seluruh anggota yang hadir, menunjukkan kesepakatan hati dalam memperjuangkan nasib masyarakat lokal.
Rapat bulanan ini ditutup dengan diskusi mendalam untuk merumuskan langkah-langkah taktis ke depan.
Organisasi berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga harmoni sosial, melestarikan budaya, serta menjadi wadah yang kuat dalam memperjuangkan aspirasi dan hak-hak masyarakat adat serta tenaga kerja lokal di Kabupaten Berau.
At the moment there is no comment