MATEL CIBUNG BULANG BERULAH LAGI,ALIANSI ORMAS LAKUKAN PENYISIRAN
- calendar_month Tuesday, 23 Jun 2026
- visibility 174
- comment 0 comment

MTN-Cibungbulang, Bogor – Wilayah Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor kembali diresahkan dengan tindakan penarikan sepeda motor secara paksa oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai kolektor atau yang akrab disapa masyarakat dengan sebutan Matel.
Kejadian ini berlangsung pada hari Minggu, 2025.
Menurut keterangan korban, peristiwa bermula saat ia sedang mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat yang memiliki surat-surat lengkap dan status kepemilikan sudah lunas.
Di tengah perjalanan,kendaraannya dihentikan secara tiba-tiba lalu ditarik paksa oleh kelompok tersebut tanpa disertai bukti surat tugas resmi maupun dokumen hukum yang sah.
Dari pengecekan, terlihat kejanggalan pada dokumen yang ditunjukkan.
Surat tugas atau bukti penarikan yang ada kondisinya sangat beragam, bahkan sering kali tidak ada sama sekali.
Jika pun ada dokumen tertulis, tidak tercantum nama perusahaan resmi pemberi tugas maupun nomor kontak yang jelas.
Apabila ada nomor yang tertera, saat dicoba dihubungi justru tidak dapat dijangkau atau tidak aktif.
Merasa dirugikan, korban segera menghubungi rekan-rekannya.
Mengingat motor tersebut memiliki stiker logo organisasi massa, kabar ini menyebar dan mendapat respon cepat dari gabungan Aliansi Ormas.
Bersama-sama, mereka melakukan penyisiran ke berbagai lokasi untuk melacak keberadaan kelompok Matel tersebut.
Setelah ditelusuri, akhirnya sekelompok pelaku berhasil ditemukan.
Saat dikonfrontasi, kelompok itu berdalih dan berjanji akan mengembalikan motor paling lambat pukul 21.00 WIB malam itu juga.
Namun hingga berita ini dimuat, janji tersebut tidak ditepati dan keberadaan kendaraan tetap tidak jelas.
Merespons hal ini, perwakilan Aliansi Ormas, Doly Bewok beserta kawan-kawannya menyampaikan sikap tegas.
“Kami tegaskan, kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi, khususnya di wilayah Bogor Barat.
Jika masih ada yang berani melakukan hal serupa, kami tidak akan segan-segan mengambil tindakan keras terhadap kelompok Matel yang meresahkan ini,” tegas Doly Bewok.
Pihaknya juga meminta perhatian kepada kepolisian agar terus menjaga kondusivitas wilayah.
Tindakan menarik kendaraan secara paksa di jalan tanpa dasar hukum jelas dinilai sudah mengganggu rasa aman masyarakat dan harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
Sampai saat ini, korban bersama Aliansi Ormas berencana melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian guna mendapatkan kejelasan dan perlindungan hukum
Penulis: Tim Redaksi
- Author: Kaperwil Jabar
- Source: Korban,Saksi,Aliansi


At the moment there is no comment