MTN- KALSEL, BATULICIN – Langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah resmi dimulai.
Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan pabrik munisi milik PT Pindad dilaksanakan di Batulicin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Proyek strategis ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur industri, melainkan wujud nyata dari visi besar bahwa kekuatan pertahanan negara harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat.
Dua Tujuan Utama: Kedaulatan dan Kesejahteraan
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, TNI, manajemen PT Pindad, serta seluruh pihak terkait.
Ia menegaskan bahwa pembangunan pabrik ini memiliki dua misi utama yang saling melengkapi:Memperkokoh Kemandirian Bangsa: Memenuhi kebutuhan alutsista dalam negeri demi menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
Mensejahterakan Masyarakat: Menjadikan industri pertahanan sebagai lokomotif baru pembangunan ekonomi di Kalimantan Selatan.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Keberadaan industri strategis seperti ini diharapkan memberikan efek berganda (multiplier effect) yang sangat positif bagi daerah.
Mulai dari pembukaan lapangan kerja baru yang luas, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui transfer teknologi, hingga tumbuh kembangnya usaha-usaha pendukung di sekitar lokasi.
“Industri pertahanan yang kuat tidak hanya berfungsi menjaga negara, tetapi juga memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya,” ujar Menhan.
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan Batulicin dapat berkembang menjadi kawasan industri yang maju, memberikan kontribusi signifikan bagi PAD, serta menciptakan stabilitas keamanan dan kemakmuran yang berkelanjutan.
At the moment there is no comment