Breaking News
light_mode
Trending Tags
Home » Ekonomi » Kondisi Akses Wisata Gunung Salak Memprihatinkan, Pengelolaan Dinilai Lepas Kendali

Kondisi Akses Wisata Gunung Salak Memprihatinkan, Pengelolaan Dinilai Lepas Kendali

  • calendar_month Wednesday, 6 Mei 2026
  • visibility 454
  • comment 0 comment

BOGOR, MTN – Kondisi di kawasan akses Wisata Taman Nasional Gunung Salak (TNGS), di Kampung Rainna, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, dinilai sangat memprihatinkan. Kawasan ini terkesan lepas dari kendali hukum akibat konflik internal yang belum terselesaikan serta minimnya pengawasan dari pihak berwenang.

Zainal Arifi, tokoh masyarakat setempat, menilai bahwa pemerintah desa hingga saat ini belum optimal menjalankan tanggung jawabnya. Padahal, lokasi tersebut berada dalam wilayah administrasi Desa Ciasihan dan menyangkut kepentingan warga serta kenyamanan pengunjung.

“Sikap yang terkesan pasif ini membuat kawasan tersebut dikelola oleh pihak-pihak yang statusnya belum jelas secara hukum,” ungkap Zainal kepada awak media, Rabu (06/05/2026).

Hal serupa disoroti terkait langkah penanganan pihak TNGS selaku pemegang wewenang. Pernyataan yang memberikan kelonggaran bagi siapapun untuk mengelola asalkan mampu mendamaikan konflik dinilai kurang tegas dan belum sepenuhnya mencerminkan fungsi utama sebagai pengelola kawasan konservasi.

Akibat lemahnya pengawasan, muncul fenomena di mana warga sekitar turun tangan mengatur akses masuk secara mandiri tanpa surat tugas maupun atribut resmi. Mereka melakukan pungutan biaya dengan dalih sumbangan sukarela yang nominalnya ditentukan sendiri, bahkan menerapkan kebiasaan meminta botol air mineral sebagai syarat untuk melintas.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait aspek tanggung jawab. Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan atau gangguan keamanan, hingga saat ini belum ada kepastian pihak mana yang akan memikul tanggung jawab penuh. Padahal pasca libur Lebaran, jumlah pengunjung cukup tinggi namun pelayanan dan keamanan belum tertata dengan baik.

“Masyarakat berharap Pemerintah Desa dan Taman Nasional dapat bertindak lebih tegas demi ketertiban bersama, mengingat besarnya wewenang dan tanggung jawab yang diemban,” tegasnya.

Hingga saat ini, upaya penertiban yang nyata belum terlihat, sehingga pengelolaan kawasan wisata tersebut masih belum jelas status hukumnya dan berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan sepihak.

  • Author: (Kaperwil Bogor)
  • Editor: (MTN)

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • ERA BARU DEMOKRASI: PEMILU NASIONAL DAN LOKAS DI PISAH MULAI 2029,MENUJU KEPALA DAERAH YANG KUAT DAN MANDIRI

    ERA BARU DEMOKRASI: PEMILU NASIONAL DAN LOKAS DI PISAH MULAI 2029,MENUJU KEPALA DAERAH YANG KUAT DAN MANDIRI

    • calendar_month Tuesday, 30 Jun 2026
    • visibility 1.132
    • 0Comment

    MTN-JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengambil keputusan bersejarah melalui Putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang mengubah peta politik Indonesia secara fundamental. Mulai tahun 2029 mendatang, sistem pemilu akan dipisah: Pemilu Nasional (Presiden, DPR, DPD) digelar lebih dahulu, disusul oleh Pemilu Lokal (Gubernur, Bupati/Wali Kota dan DPRD) dalam jeda waktu 2 hingga 2,5 tahun kemudian. Langkah ini […]

  • KEJATI Sultra Geledah Rumah Ortu Wabup,Telusuri Dana PT.Wijaya Nikel Nusantara

    KEJATI Sultra Geledah Rumah Ortu Wabup,Telusuri Dana PT.Wijaya Nikel Nusantara

    • calendar_month Tuesday, 23 Jun 2026
    • visibility 231
    • 0Comment

    MTN-Kendari – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara kembali memperlebar jangkauan penyidikan dalam kasus dugaan korupsi dan praktik pertambangan tanpa izin yang melibatkan PT Babarina Putra Sulung (BPS) serta PT Tonia Mitra Bahari (TMB). Langkah konkret yang diambil tim penyidik kali ini adalah melakukan penggeledahan di kediaman H. Tasman, ayah dari Wakil Bupati Kolaka, Husmaluddin. Selain mencari […]

  • Ditolak Dua Kali! Kasus Penolakan Pasien Di IGD RSUD Tarakan Jadi Sorotan Tajam DPRD Kaltara

    Ditolak Dua Kali! Kasus Penolakan Pasien Di IGD RSUD Tarakan Jadi Sorotan Tajam DPRD Kaltara

    • calendar_month Thursday, 9 Jul 2026
    • visibility 791
    • 0Comment

    MTN-TARAKAN – Kasus dugaan penolakan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan menjadi sorotan serius. Hal ini terungkap dalam kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Kamis siang (9/7/2026). Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Dino Andrian, membeberkan adanya laporan pedih dari seorang warga yang mengaku […]

  • Isu Tambang Pasir di Kulisusu Barat, Keterlibatan Kepsek Jadi Sorotan

    Isu Tambang Pasir di Kulisusu Barat, Keterlibatan Kepsek Jadi Sorotan

    • calendar_month Sunday, 17 Mei 2026
    • visibility 241
    • 0Comment

    BUTON UTARA, MTN – Dugaan keterlibatan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) dalam aktivitas tambang pasir ilegal kembali mencuat dan menjadi sorotan publik. Berdasarkan hasil investigasi media beberapa awak media, seorang ASN inisial LMR yang diketahui menjabat sebagai kepala sekolah (kepsek) diduga turut mengelola aktivitas penambangan pasir tanpa izin di […]

  • Groundbreaking Pabrik Munisi PT.PINDAD di BATU LICIN: Perkuat Pertahanan,Dorong Ekonomi Daerah

    Groundbreaking Pabrik Munisi PT.PINDAD di BATU LICIN: Perkuat Pertahanan,Dorong Ekonomi Daerah

    • calendar_month Tuesday, 7 Jul 2026
    • visibility 1.108
    • 0Comment

    MTN- KALSEL, BATULICIN – Langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah resmi dimulai. Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan pabrik munisi milik PT Pindad dilaksanakan di Batulicin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Proyek strategis ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur industri, melainkan wujud nyata dari visi besar bahwa […]

  • Dua Kecamatan Bagian Pesisir Berau Krisis Air Bersih

    Dua Kecamatan Bagian Pesisir Berau Krisis Air Bersih

    • calendar_month Thursday, 11 Jun 2026
    • visibility 143
    • 0Comment

    MTN- BERAU, menjadi perhatian serius Masyarakat tanjung batu dan Maratua terkait krisis air bersih masih menjadi keluhan utama di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Berau. Hingga kini, warga di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, serta Kampung Payung-Payung dan Kampung Teluk Alulu di Kecamatan Maratua, masih menghadapi keterbatasan akses air bersih yang telah berlangsung sangat lama. […]

expand_less