Breaking News
light_mode
Trending Tags
Home » Ekonomi » Kondisi Akses Wisata Gunung Salak Memprihatinkan, Pengelolaan Dinilai Lepas Kendali

Kondisi Akses Wisata Gunung Salak Memprihatinkan, Pengelolaan Dinilai Lepas Kendali

  • calendar_month Wednesday, 6 Mei 2026
  • visibility 453
  • comment 0 comment

BOGOR, MTN – Kondisi di kawasan akses Wisata Taman Nasional Gunung Salak (TNGS), di Kampung Rainna, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, dinilai sangat memprihatinkan. Kawasan ini terkesan lepas dari kendali hukum akibat konflik internal yang belum terselesaikan serta minimnya pengawasan dari pihak berwenang.

Zainal Arifi, tokoh masyarakat setempat, menilai bahwa pemerintah desa hingga saat ini belum optimal menjalankan tanggung jawabnya. Padahal, lokasi tersebut berada dalam wilayah administrasi Desa Ciasihan dan menyangkut kepentingan warga serta kenyamanan pengunjung.

“Sikap yang terkesan pasif ini membuat kawasan tersebut dikelola oleh pihak-pihak yang statusnya belum jelas secara hukum,” ungkap Zainal kepada awak media, Rabu (06/05/2026).

Hal serupa disoroti terkait langkah penanganan pihak TNGS selaku pemegang wewenang. Pernyataan yang memberikan kelonggaran bagi siapapun untuk mengelola asalkan mampu mendamaikan konflik dinilai kurang tegas dan belum sepenuhnya mencerminkan fungsi utama sebagai pengelola kawasan konservasi.

Akibat lemahnya pengawasan, muncul fenomena di mana warga sekitar turun tangan mengatur akses masuk secara mandiri tanpa surat tugas maupun atribut resmi. Mereka melakukan pungutan biaya dengan dalih sumbangan sukarela yang nominalnya ditentukan sendiri, bahkan menerapkan kebiasaan meminta botol air mineral sebagai syarat untuk melintas.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait aspek tanggung jawab. Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan atau gangguan keamanan, hingga saat ini belum ada kepastian pihak mana yang akan memikul tanggung jawab penuh. Padahal pasca libur Lebaran, jumlah pengunjung cukup tinggi namun pelayanan dan keamanan belum tertata dengan baik.

“Masyarakat berharap Pemerintah Desa dan Taman Nasional dapat bertindak lebih tegas demi ketertiban bersama, mengingat besarnya wewenang dan tanggung jawab yang diemban,” tegasnya.

Hingga saat ini, upaya penertiban yang nyata belum terlihat, sehingga pengelolaan kawasan wisata tersebut masih belum jelas status hukumnya dan berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan sepihak.

  • Author: (Kaperwil Bogor)
  • Editor: (MTN)

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Obat Kosong di Puskesmas Samaturu Hak Kesehatan Pasien Terabaikan

    Obat Kosong di Puskesmas Samaturu Hak Kesehatan Pasien Terabaikan

    • calendar_month Sunday, 17 Mei 2026
    • visibility 207
    • 0Comment

    BUTON UTARA, MTN –  Kekosongan obat di Puskesmas Samaturu berujung pada rujukan pasien ke RS SMS Berjaya pada Minggu, 17 Mei 2026. Saat tiba di rumah sakit, dokter sampai mempertanyakan keterlambatan penanganan. “Kenapa lambat sekali dirujuk? Pasien sudah dalam keadaan lemah begini,” ujar dokter kepada keluarga pasien, menurut penuturan orang tua pasien. Keluarga pasien mengaku […]

  • Wagub Ingkong Ala Hadiri Penyerahan Persetujuan Proyek Karbon,Kaltara Siap Wujudkan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

    Wagub Ingkong Ala Hadiri Penyerahan Persetujuan Proyek Karbon,Kaltara Siap Wujudkan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

    • calendar_month Tuesday, 7 Jul 2026
    • visibility 302
    • 0Comment

    MTN-KALTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Wakil Gubernur, Ingkong Ala, S.E., M.Si., secara resmi mengikuti acara Penyerahan Persetujuan Menteri Kehutanan terhadap Proyek Karbon dan Peresmian Sentra Karbon Kehutanan Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/7) ini dilaksanakan secara daring (video conference) dari Ruang Kerja Wakil Gubernur, Kantor Gubernur Kaltara, dan dipusatkan di Auditorium Dr. Soedjarwo, […]

  • Praktek Tender di Kabupaten Berau di Nilai Tidak Adil:Syarat Surat Dukungan diDuga Jebakan dan Menguntungkan Pihak Tertentu

    Praktek Tender di Kabupaten Berau di Nilai Tidak Adil:Syarat Surat Dukungan diDuga Jebakan dan Menguntungkan Pihak Tertentu

    • calendar_month Thursday, 18 Jun 2026
    • visibility 422
    • 0Comment

    MTN-BERAU – Proses pengadaan barang dan jasa melalui tender di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, sejumlah pelaku usaha kontraktor dan supplier menyoroti adanya persyaratan administratif yang dinilai diskriminatif, tidak transparan, dan berpotensi merugikan keuangan daerah. Ketua Forum Lintas Kontraktor dan Supplier Kabupaten Berau, Mahmud Suyuti, SE.MH, menegaskan bahwa terdapat kejanggalan […]

  • Pasukan Merah 1001 Mandau dan Pol Adat, Ormas Galak Kawal Kelompok Tani UBM Persiapan Melakukan Aksi

    Pasukan Merah 1001 Mandau dan Pol Adat, Ormas Galak Kawal Kelompok Tani UBM Persiapan Melakukan Aksi

    • calendar_month Thursday, 9 Apr 2026
    • visibility 316
    • 0Comment

    BERAU – Ketegangan agraria kembali memuncak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Ormas Pasukan Merah 1001 Mandau Kaltim bersama Serdadu Pol Adat, Ormas Galak secara resmi menyatakan sikap untuk berdiri di barisan terdepan mendampingi Kelompok Tani UBM yang menjadi korban dugaan penggusuran paksa oleh perusahaan tambang batu bara, PT Berau Coal. Sebagai bentuk perlawanan, aliansi masyarakat […]

  • Salah Guna Aset Koperasi, LBH 545: Bukan untuk Maksiat!

    Alih Fungsi Bangunan Koperasi Jadi Sorotan, LBH 545 Minta Segera Ditertibkan

    • calendar_month Thursday, 7 Mei 2026
    • visibility 385
    • 0Comment

    BOGOR, MTN –  Sebuah bangunan yang seharusnya berfungsi sebagai Koperasi Perah Susu di Jalan KH Abdul Hamid, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, kini menjadi sorotan tajam. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) 545 memberikan teguran keras karena aset tersebut diduga dialihfungsikan secara ilegal menjadi tempat usaha bernama “Warung 2 / Cafe”. Berdasarkan temuan di lapangan, […]

  • Aktifitas Galian C disorot YLBH, Ribuan Pekerja Jadi Korban

    Aktifitas Galian C disorot YLBH, Ribuan Pekerja Jadi Korban

    • calendar_month Tuesday, 17 Feb 2026
    • visibility 280
    • 0Comment

    BERAU. MTN – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) secara resmi menyuarakan keprihatina mendalam terhadap aktivitas tambang material Galian C, di Kabupaten Berau, sejak awal Januari 2026. Peraturan yang dinilai tidak solutif yang telah menyebabkan efek domino, dan menghancurkan ekonomi masyarakat kecil dan melumpuhkan agenda pembangunan daerah. Rakyat Jadi Korban Kekakuan B irokrasi Ketua YLBH KITA […]

expand_less