Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga » Dapat Juara 2 Nasional, Jalan di Musi Rawas Dinilai Bak ‘Kubangan Kerbau’

Dapat Juara 2 Nasional, Jalan di Musi Rawas Dinilai Bak ‘Kubangan Kerbau’

  • account_circle Media Tipikor Nusantara
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MUSI RAWAS, MTN – Penghargaan Juara 2 tingkat nasional dalam Lomba Hari Jalan yang diberikan Kementerian PUPR RI kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menuai kontroversi. Alih-alih mendapat apresiasi, capaian tersebut justru mendapat sorotan tajam dari kalangan kontrol sosial.

Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI P45) menilai penghargaan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Menurut mereka, infrastruktur jalan di wilayah itu hingga saat ini masih jauh dari kata layak dan memprihatinkan.

“Kami sangat terkejut dan mempertanyakan dasar penilaian dari penghargaan tersebut. Fakta di lapangan menunjukkan banyak ruas jalan, baik jalan kabupaten maupun jalan penghubung provinsi, dalam kondisi rusak parah, berlumpur, bahkan menyerupai kubangan kerbau,” tegas perwakilan LAKI P45, dalam keterangannya, Rabu (29/04).

Kondisi memburuk tersebut, lanjutnya, sangat mudah ditemukan, terutama di ruas jalan wilayah HTI, Kecamatan Muara Lakitan yang dipenuhi lumpur dan sulit dilalui. Selain itu, ruas jalan lintas penghubung Muara Beliti – Sekayu (Musi Banyuasin) juga mengalami kerusakan berat tanpa perbaikan signifikan.

Tak hanya jalan utama, sejumlah desa di Kabupaten Musi Rawas juga disebut masih terisolasi akibat buruknya akses jalan. Desa-desa tersebut antara lain Mukti Karya, Pelita Jaya, Pian Raya, Sidomulyo, Sindang Laya, dan Tri Anggun Jaya.

“Di desa-desa tersebut, akses jalan tidak hanya rusak, tetapi sudah dalam kondisi sangat memprihatinkan, berlumpur dan sulit dilintasi, terutama saat musim hujan. Ini sangat berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat,” lanjutnya.

Dugaan Laporan Tidak Sesuai Fakta

Organisasi ini menyoroti dugaan ketidaksesuaian antara laporan yang disampaikan kepada pemerintah pusat dengan realitas di lapangan. Mereka menilai mustahil daerah dengan kondisi jalan seperti itu bisa meraih peringkat kedua nasional.

“Kami menduga adanya laporan yang tidak objektif atau sekadar laporan ‘Asal Bapak Senang’. Tidak mungkin daerah dengan kondisi jalan seperti ini bisa meraih peringkat kedua tingkat nasional tanpa adanya kejanggalan dalam proses penilaian,” tegasnya.

LAKI P45 juga mempertanyakan transparansi indikator penilaian yang digunakan Kementerian PUPR, termasuk terkait pemberian hadiah senilai Rp30 miliar. Mereka meminta pihak pusat tidak hanya mengandalkan laporan administratif.

“Kami meminta Kementerian PUPR RI untuk tidak hanya menerima laporan administratif semata, tetapi turun langsung melihat kondisi jalan di Musi Rawas secara nyata. Jangan sampai penghargaan yang diberikan justru mencederai rasa keadilan masyarakat,” tambahnya.

Tuntutan Evaluasi dan Audit

Sebagai bentuk kontrol sosial, LAKI P45 menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, meminta Kementerian PUPR melakukan evaluasi ulang terhadap hasil penilaian lomba. Kedua, mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap laporan kinerja infrastruktur jalan di daerah tersebut.

Ketiga, meminta pemerintah daerah segera memprioritaskan perbaikan jalan rusak parah, khususnya di wilayah desa-desa yang terdampak.

“Kami tidak anti prestasi, tetapi prestasi harus sesuai dengan fakta. Jika tidak, maka ini adalah bentuk pembodohan publik yang tidak bisa dibiarkan,” tutup perwakilan LAKI P45 dengan tegas.

  • Penulis: Media Tipikor Nusantara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertemuan Sinergi: AMPB dan Camat Pamijahan Bahas Transparansi Bonus Produksi Energi

    Pertemuan Sinergi: AMPB dan Camat Pamijahan Bahas Transparansi Bonus Produksi Energi

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Media Tipikor Nusantara
    • visibility 105
    • 0Komentar

    PAMIJAHAN, MTN – Pada Selasa, 12 Mei 2026, Aliansi Masyarakat Pamijahan Bersatu (AMPB) menghadiri undangan silaturahmi dan diskusi yang digelar di rumah dinas Camat Pamijahan. Pertemuan ini diselenggarakan atas inisiatif Penjabat (Plh) Camat Pamijahan, Suparman, yang baru menjabat selama dua bulan dan memiliki komitmen kuat untuk membangun sinergi erat dengan seluruh elemen masyarakat. Pertemuan berlangsung […]

  • Kejati Kaltim Sita Aset Ratusan Miliar dari PT JMB Group Terkait Kasus Tambang Batubara Ilegal

    Kejati Kaltim Sita Aset Ratusan Miliar dari PT JMB Group Terkait Kasus Tambang Batubara Ilegal

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle editor media tipikor kaltim
    • visibility 194
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) melakukan penyitaan aset bernilai ratusan miliar rupiah milik PT Jembayan Muarabara (PT JMB) Group. Tindakan tegas ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan pertambangan batubara ilegal yang beroperasi di kawasan transmigrasi tanpa izin resmi. ​Dalam konferensi pers yang digelar di lantai 8 Kantor Kejati Kaltim, Jalan Bung Tomo, […]

  • Diduga KORUPSI dan Persengkongkolan Tender, LAKIP 45 Laporkan Proyek Jembatan Gantung di Lubuklinggau ke Kejaksaan

    Diduga KORUPSI dan Persengkongkolan Tender, LAKIP 45 Laporkan Proyek Jembatan Gantung di Lubuklinggau ke Kejaksaan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle (Af)
    • visibility 202
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, MTN – Dewan Pimpinan Cabang Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (DPC LAKI Pejuang 45) secara resmi melaporkan dugaan pelanggaran dalam proses lelang serta dugaan indikasi tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan Jembatan Gantung Batu Pepe di Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau. Laporan tersebut dilayangkan ke Kejaksaan Negeri Lubuklinggau tanggal 30/4/2026 sebagai bentuk kontrol […]

  • Salah Guna Aset Koperasi, LBH 545: Bukan untuk Maksiat!

    Alih Fungsi Bangunan Koperasi Jadi Sorotan, LBH 545 Minta Segera Ditertibkan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle (Kapweril Bogor)
    • visibility 259
    • 0Komentar

    BOGOR, MTN –  Sebuah bangunan yang seharusnya berfungsi sebagai Koperasi Perah Susu di Jalan KH Abdul Hamid, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, kini menjadi sorotan tajam. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) 545 memberikan teguran keras karena aset tersebut diduga dialihfungsikan secara ilegal menjadi tempat usaha bernama “Warung 2 / Cafe”. Berdasarkan temuan di lapangan, […]

  • Dugaan Penyimpangan Pembangunan Gerai KDKMP Aparat Hukum Diminta Berani Usut Oknum Terlibat

    Dugaan Penyimpangan Pembangunan Gerai KDKMP Aparat Hukum Diminta Berani Usut Oknum Terlibat

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Kaperwil-Lubuklinggau
    • visibility 124
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, MTN – Dugaan penyimpangan dalam pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di wilayah Bumi Silampari yang meliputi Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Musi Rawas Utara mulai menjadi perhatian serius publik. Beredarnya Informasi dengan data terkait dugaan praktik pemotongan anggaran Hingga 50% dari RAB, permainan proyek, hingga indikasi penyalahgunaan kewenangan dinilai sebagai persoalan […]

  • Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Angkat Bicara Soal Isu OTT BKP-SDM Muratara, Desak Transparansi dan Tegas Kawal Proses Hukum

    Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Angkat Bicara Soal Isu OTT BKP-SDM Muratara, Desak Transparansi dan Tegas Kawal Proses Hukum

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Media Tipikor Nusantara
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS UTARA, MTN – Isu dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terus menjadi sorotan publik dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Percakapan di media sosial, khususnya Facebook, semakin memperkeruh suasana dengan beredarnya berbagai opini dan dugaan yang belum terverifikasi. […]

expand_less