Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Resmi! PP-MBLB Berau Gagas Koperasi Mutiara Alam Batiwakkal

Resmi! PP-MBLB Berau Gagas Koperasi Mutiara Alam Batiwakkal

  • account_circle (/**/)
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 133
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERAU, MTN – Langkah penting dalam memajukan sektor usaha bahan galian bukan logam dan batuan di wilayah Berau resmi terwujud. Perkumpulan Pengusaha Material Bukan Logam dan Batuan (PP-MBLB) secara sah dan resmi dibentuk dalam sebuah pertemuan yang dihadiri para pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan setempat. Organisasi ini didirikan sebagai wadah persatuan, penyatuan visi, dan pengembangan usaha bagi seluruh pelaku usaha di sektor tersebut.

Momen bersejarah ini semakin lengkap dengan ditetapkannya rencana strategis lanjutan dari organisasi yang baru lahir tersebut. Para anggota dan pengurus sepakat untuk segera melangkah ke tahap pembentukan badan usaha bersama berupa koperasi, yang diberi nama Mutiara Alam Batiwakkal. Koperasi ini nantinya akan menjadi ujung tombak ekonomi untuk menaungi, memperkuat, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota melalui pengelolaan potensi sumber daya alam yang ada.

Dalam sambutan pembukaannya selaku Ketua terpilih sekaligus narasumber utama acara, H. Muhammad Yunus menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi atas kebersamaan para pengusaha yang akhirnya bersatu dalam satu wadah organisasi. Menurutnya, pembentukan PP-MBLB adalah jawaban nyata atas kebutuhan akan adanya representasi yang kuat, terstruktur, dan memiliki arah yang jelas bagi sektor ini.

“Terbentuknya Perkumpulan Pengusaha Material Bukan Logam ini bukan sekadar berkumpul, melainkan sebuah ikrar persatuan. Kita bersatu untuk saling mendukung, menjaga etika usaha, mematuhi peraturan yang berlaku, dan memastikan setiap kegiatan yang kita lakukan memberikan manfaat besar bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan kita bersama,” ujar H. Muhammad Yunus dalam pidato pembukaannya, Rabu, (13/5/26)

Lebih lanjut, Ketua PP-MBLB menjelaskan bahwa pembentukan Koperasi Mutiara Alam Batiwakkal adalah program prioritas utama yang akan segera direalisasikan. Menurutnya, koperasi ini akan menjadi instrumen penting untuk mewujudkan kemandirian ekonomi anggota. Melalui wadah ini, diharapkan seluruh pengusaha, baik skala kecil maupun besar, dapat saling bergotong royong, mempermudah akses permodalan, memperluas jangkauan pemasaran, serta menjamin kualitas hasil produksi sesuai standar yang ditetapkan.

“Nama Mutiara Alam Batiwakkal kami pilih dengan makna mendalam, sebagai simbol kekayaan alam yang berharga yang Tuhan titipkan di tanah ini, sekaligus tanggung jawab kita untuk mengelolanya dengan bijak dan berkelanjutan. Bersama koperasi ini, kita ingin menjadikan potensi alam tersebut sebagai sumber kesejahteraan nyata dan berkelanjutan bagi seluruh anggota dan masyarakat sekitar,” tegas H. Muhammad Yunus.

Keberadaan PP-MBLB dan rencana berdirinya Koperasi Mutiara Alam Batiwakkal diharapkan mampu menciptakan tata kelola usaha yang lebih rapi, mengurangi persaingan yang tidak sehat, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik dengan pemerintah daerah maupun mitra usaha lainnya. Selain itu, organisasi ini juga berkomitmen kuat untuk memastikan setiap kegiatan usaha tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan keselamatan kerja.

Para anggota perkumpulan menyambut baik langkah strategis yang digagas ketua dan pengurus ini, serta berkomitmen untuk segera menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan aturan dasar koperasi agar badan usaha tersebut dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat ekonomi secepatnya.

Dengan terbentuknya wadah organisasi dan persiapan badan usaha, masa depan sektor material bukan logam di wilayah ini diprediksi akan semakin terorganisir, maju, dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah.

  • Penulis: (/**/)
  • Editor: (/ski*/)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salah Guna Aset Koperasi, LBH 545: Bukan untuk Maksiat!

    Alih Fungsi Bangunan Koperasi Jadi Sorotan, LBH 545 Minta Segera Ditertibkan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle (Kapweril Bogor)
    • visibility 259
    • 0Komentar

    BOGOR, MTN –  Sebuah bangunan yang seharusnya berfungsi sebagai Koperasi Perah Susu di Jalan KH Abdul Hamid, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, kini menjadi sorotan tajam. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) 545 memberikan teguran keras karena aset tersebut diduga dialihfungsikan secara ilegal menjadi tempat usaha bernama “Warung 2 / Cafe”. Berdasarkan temuan di lapangan, […]

  • Aktifitas Galian C disorot YLBH, Ribuan Pekerja Jadi Korban

    Aktifitas Galian C disorot YLBH, Ribuan Pekerja Jadi Korban

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Adm
    • visibility 235
    • 0Komentar

    BERAU. MTN – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) secara resmi menyuarakan keprihatina mendalam terhadap aktivitas tambang material Galian C, di Kabupaten Berau, sejak awal Januari 2026. Peraturan yang dinilai tidak solutif yang telah menyebabkan efek domino, dan menghancurkan ekonomi masyarakat kecil dan melumpuhkan agenda pembangunan daerah. Rakyat Jadi Korban Kekakuan B irokrasi Ketua YLBH KITA […]

  • Kondisi Akses Wisata Gunung Salak Memprihatinkan, Pengelolaan Dinilai Lepas Kendali

    Kondisi Akses Wisata Gunung Salak Memprihatinkan, Pengelolaan Dinilai Lepas Kendali

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle (Kaperwil Bogor)
    • visibility 276
    • 0Komentar

    BOGOR, MTN – Kondisi di kawasan akses Wisata Taman Nasional Gunung Salak (TNGS), di Kampung Rainna, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, dinilai sangat memprihatinkan. Kawasan ini terkesan lepas dari kendali hukum akibat konflik internal yang belum terselesaikan serta minimnya pengawasan dari pihak berwenang. Zainal Arifi, tokoh masyarakat setempat, menilai bahwa pemerintah desa hingga saat ini belum […]

  • Misteri Kebakaran Kantor Bupati Bulungan: Asap Tebal Menyelimuti Langit Kota Tanjung Selor

    Misteri Kebakaran Kantor Bupati Bulungan: Asap Tebal Menyelimuti Langit Kota Tanjung Selor

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Keperwil tj selor
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Tanjung Selor, MTN – Kebakaran hebat melanda Gedung Kantor Bupati Bulungan, pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Selasa malam sekitar pukul 22.41 Wita. 20 Mei 2026. Asap hitam tebal membumbung tinggi dan menyelimuti langit kota, terlihat jelas dari berbagai titik di pusat kota, menimbulkan kepanikan warga dan pertanyaan besar mengenai penyebab kejadian ini. Api […]

  • Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Angkat Bicara Soal Isu OTT BKP-SDM Muratara, Desak Transparansi dan Tegas Kawal Proses Hukum

    Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Angkat Bicara Soal Isu OTT BKP-SDM Muratara, Desak Transparansi dan Tegas Kawal Proses Hukum

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Media Tipikor Nusantara
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS UTARA, MTN – Isu dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terus menjadi sorotan publik dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Percakapan di media sosial, khususnya Facebook, semakin memperkeruh suasana dengan beredarnya berbagai opini dan dugaan yang belum terverifikasi. […]

  • Menjelang Peresmian Presiden, PPWI Butur Desak RSUD Lunasi Tuntas Hak Vendor

    Menjelang Peresmian Presiden, PPWI Butur Desak RSUD Lunasi Tuntas Hak Vendor

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle (kaperwil buton)
    • visibility 445
    • 0Komentar

    BUTON UTARA, MTN – Menjelang rencana peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Utara Tipe C oleh Presiden Republik Indonesia, Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Buton Utara, Laode Yus Asman, melontarkan desakan keras agar pihak RSUD segera menuntaskan seluruh kewajiban pembayaran kepada para vendor bukan dengan skema cicilan, melainkan dibayar lunas. Desakan ini bukan tanpa […]

expand_less