Breaking News
light_mode
Trending Tags
Home » Ekonomi » Sawah Mati,Solar Hilang:Petani Samaturu Terjebak Krisis:Distribusi Di harapkan Telusuri

Sawah Mati,Solar Hilang:Petani Samaturu Terjebak Krisis:Distribusi Di harapkan Telusuri

  • calendar_month Sunday, 28 Jun 2026
  • visibility 164
  • comment 0 comment

MTN-SULTRA,-SAMATURU – Musim tanam telah tiba, namun hamparan sawah di Kecamatan Samaturu justru terlihat semakin sunyi.

Harapan para petani untuk segera mengolah lahan seolah pupus, terganjal oleh krisis ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang menjadi nyawa bagi mesin traktor.Di sejumlah titik pengisian bahan bakar, antrean kendaraan memanjang sejak dini hari.

Namun, kenyataan pahit harus diterima; banyak petani yang harus pulang dengan tangan kosong karena stok habis atau kuota terbatas.

Akibatnya, mesin-mesin pertanian terdiam, dan lahan yang seharusnya mulai digarap terpaksa terbengkalai.

Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat petani.

Muhammad Ridho, salah satu warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya akan dampak yang akan terjadi jika kelangkaan ini terus berlanjut.

“Kalau begini terus, jadwal tanam kami pasti molor.

Jika waktu tanam terlewat, sudah bisa dipastikan hasil panen nanti akan menurun drastis,” ujarnya dengan nada serius.

Bagi para petani, waktu adalah uang.

Setiap hari keterlambatan dalam pengolahan lahan tidak hanya mengganggu siklus pertanian, tetapi juga secara langsung mengancam kestabilan ekonomi keluarga dan ketahanan pangan daerah.

Sawah yang seharusnya bergelombang hijau kini hanya menjadi hamparan tanah kering yang menanti.

Di balik kelangkaan yang dirasakan, muncul berbagai pertanyaan besar dan dugaan kuat dari masyarakat terkait mekanisme distribusi.

Ada keraguan besar apakah alokasi BBM bersubsidi ini benar-benar disalurkan tepat sasaran, atau justru bocor dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak berhak.

Masyarakat dan para petani menuntut adanya transparansi serta pengawasan yang ketat dari pihak berwenang.

Mereka berharap adanya tindakan nyata untuk menelusuri alur distribusi tersebut.

Jika ditemukan indikasi penyimpangan atau praktik korupsi, penyelidikan harus dilakukan agar keadilan bisa ditegakkan.

“Kami ingin kepastian. Solar subsidi ini hak kami para petani, jangan sampai disalahgunakan sehingga kami yang justru menjadi korban,” tegas salah satu petani.

Ketika traktor tidak bisa berputar, bukan hanya mesin yang mati.

Itu adalah tanda bahwa harapan petani sedang tertahan, denyut nadi pertanian melambat, dan masa depan pangan sedang dipertaruhkan.

Sudah saatnya perhatian serius diberikan. Penanganan kelangkaan dan perbaikan sistem distribusi yang adil menjadi kunci agar sawah Samaturu kembali hidup dan petani bisa bekerja dengan tenang.

 

 

  • Author: Herawan,Abd.(Kaperwil Sultra)

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less