Breaking News
light_mode
Trending Tags
Home » Ekonomi » Sawah Mati,Solar Hilang:Petani Samaturu Terjebak Krisis:Distribusi Di harapkan Telusuri

Sawah Mati,Solar Hilang:Petani Samaturu Terjebak Krisis:Distribusi Di harapkan Telusuri

  • calendar_month Sunday, 28 Jun 2026
  • visibility 163
  • comment 0 comment

MTN-SULTRA,-SAMATURU – Musim tanam telah tiba, namun hamparan sawah di Kecamatan Samaturu justru terlihat semakin sunyi.

Harapan para petani untuk segera mengolah lahan seolah pupus, terganjal oleh krisis ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang menjadi nyawa bagi mesin traktor.Di sejumlah titik pengisian bahan bakar, antrean kendaraan memanjang sejak dini hari.

Namun, kenyataan pahit harus diterima; banyak petani yang harus pulang dengan tangan kosong karena stok habis atau kuota terbatas.

Akibatnya, mesin-mesin pertanian terdiam, dan lahan yang seharusnya mulai digarap terpaksa terbengkalai.

Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat petani.

Muhammad Ridho, salah satu warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya akan dampak yang akan terjadi jika kelangkaan ini terus berlanjut.

“Kalau begini terus, jadwal tanam kami pasti molor.

Jika waktu tanam terlewat, sudah bisa dipastikan hasil panen nanti akan menurun drastis,” ujarnya dengan nada serius.

Bagi para petani, waktu adalah uang.

Setiap hari keterlambatan dalam pengolahan lahan tidak hanya mengganggu siklus pertanian, tetapi juga secara langsung mengancam kestabilan ekonomi keluarga dan ketahanan pangan daerah.

Sawah yang seharusnya bergelombang hijau kini hanya menjadi hamparan tanah kering yang menanti.

Di balik kelangkaan yang dirasakan, muncul berbagai pertanyaan besar dan dugaan kuat dari masyarakat terkait mekanisme distribusi.

Ada keraguan besar apakah alokasi BBM bersubsidi ini benar-benar disalurkan tepat sasaran, atau justru bocor dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak berhak.

Masyarakat dan para petani menuntut adanya transparansi serta pengawasan yang ketat dari pihak berwenang.

Mereka berharap adanya tindakan nyata untuk menelusuri alur distribusi tersebut.

Jika ditemukan indikasi penyimpangan atau praktik korupsi, penyelidikan harus dilakukan agar keadilan bisa ditegakkan.

“Kami ingin kepastian. Solar subsidi ini hak kami para petani, jangan sampai disalahgunakan sehingga kami yang justru menjadi korban,” tegas salah satu petani.

Ketika traktor tidak bisa berputar, bukan hanya mesin yang mati.

Itu adalah tanda bahwa harapan petani sedang tertahan, denyut nadi pertanian melambat, dan masa depan pangan sedang dipertaruhkan.

Sudah saatnya perhatian serius diberikan. Penanganan kelangkaan dan perbaikan sistem distribusi yang adil menjadi kunci agar sawah Samaturu kembali hidup dan petani bisa bekerja dengan tenang.

 

 

  • Author: Herawan,Abd.(Kaperwil Sultra)

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERUSAHAAN Fiktif Borong Proyek Di MAHULU

    PERUSAHAAN Fiktif Borong Proyek Di MAHULU

    • calendar_month Saturday, 13 Jun 2026
    • visibility 159
    • 0Comment

    MTN- KALTIM,– Dugaan skandal tender kembali mencoreng Kabupaten Mahakam Ulu ,Terhadap Proyek pembangunan Jembatan Belly Mamahak Ulu senilai Rp6,4 miliar kini disorot setelah munculnya Selembar surat keterangan Ketua RT yang menerangkan Bahwa  CV. Pratama Jaya Konstruksi, Tersebut tidak pernah berdomisili di alamat yang tercantum dalam dokumen tender. Jika benar perusahaan pemenang menggunakan alamat fiktif, muncul […]

  • Fasilitas Olahraga Jadi Lahan Parkir Pemuda Tanjung Batu Desak Pemerintah Kampung Bertanggung Jawab

    Fasilitas Olahraga Jadi Lahan Parkir Pemuda Tanjung Batu Desak Pemerintah Kampung Bertanggung Jawab

    • calendar_month Monday, 16 Feb 2026
    • visibility 503
    • 0Comment

    BERAU, mediatipikornusantara.com –   Menjelang perayaan malam pergantian tahun 2026, Lapangan Sepak Bola Tanjung Batu, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dialihfungsikan menjadi area parkir kendaraan roda empat. Kebijakan ini memicu reaksi dari pemuda setempat yang mengkhawatirkan kerusakan fasilitas olahraga satu-satunya di wilayah tersebut. Antisipasi Lonjakan Wisatawan Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim di lapangan, alih fungsi lahan […]

  • Di Duga Aktivitas Tambang Galian C Ilegal Di desa Tamboli,Pemilik Kebun Ngamuk

    Di Duga Aktivitas Tambang Galian C Ilegal Di desa Tamboli,Pemilik Kebun Ngamuk

    • calendar_month Tuesday, 16 Jun 2026
    • visibility 155
    • 0Comment

    Diduga Aktivitas Tambang Galian C Ilegal Di Desa Tamboli, Pemilik Kebun Ngamuk   MTN-KOLAKA – Aktivitas tambang galian C diduga ilegal di Desa Tamboli, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menuai sorotan warga sekitar. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah alat berat Excavator terlihat beroperasi di lokasi yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Warga setempat […]

  • Dugaan Penyelewengan Solar PSN di PT SLG Tampa Rkb jadi Sorotan

    Dugaan Penyelewengan Solar PSN di PT SLG Tampa Rkb jadi Sorotan

    • calendar_month Saturday, 30 Mei 2026
    • visibility 191
    • 0Comment

    KOLAKA, MTN – Dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak jenis Solar yang dialokasikan untuk Proyek Strategis Nasional kembali mencuat di Kabupaten Kolaka. Kali ini sorotan mengarah ke aktivitas tambang di wilayah IUP PT SLG yang disebut beroperasi tanpa RKB dan diduga menggunakan solar PSN secara ilegal. Berdasarkan penelusuran lapangan, solar PSN yang seharusnya digunakan untuk pembangunan […]

  • Revolusi Dari Istana: Mewujudkan Kemandirian,Bukan Kegagalan

    Revolusi Dari Istana: Mewujudkan Kemandirian,Bukan Kegagalan

    • calendar_month Saturday, 20 Jun 2026
    • visibility 114
    • 0Comment

    MTN- JAKARTA,Pidato Agus Jabo Priyono mengenai “Revolusi yang Dimulai dari Istana” memantik diskusi publik. Di satu sisi dipandang sebagai harapan baru kebangkitan ekonomi, namun di sisi lain dianggap jalan berisiko. Nyatanya, menilai keberhasilan Prabowonomic hanya dari kendala awal adalah langkah yang terlalu dini. Kasus korupsi atau dinamika birokrasi yang muncul justru membuktikan mekanisme pengawasan bekerja. […]

  • Sengketa Kendaraan Diduga Libatkan Oknum Polisi, Penyelesaian Damai Buntu

    Sengketa Kendaraan Diduga Libatkan Oknum Polisi, Penyelesaian Damai Buntu

    • calendar_month Sunday, 14 Jun 2026
    • visibility 265
    • 0Comment

    MTN-KENDARI,–Sengketa kepemilikan kendaraan bermotor diduga melibatkan oknum kepolisian mencuat di Sulawesi Tenggara. Pemilik sah Toyota Yaris Cross warna hitam merasa dirugikan lantaran kendaraannya dikuasai pihak ketiga tanpa bukti hukum yang jelas, sementara upaya penyelesaian damai melalui Polres Kolaka Utara belum membuahkan hasil. Kasus bermula dari perjanjian pemakaian sekaligus pembayaran bertahap antara pemilik dengan warga berinisial […]

expand_less